Mengenal Ekosistem Digital Startup di Semarang

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInRedditPinterestPocketDigg


Indonesia layak berharap banyak dari Semarang. Kota ini sekarang tidak melulu diasosiasikan dengan wisata mistis Lawang Sewu. Namun, perlahan mulai membangun ekosistem startupnya demi menjadi salah satu wakil Kota Cerdas di Indonesia.

Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik (PDE) Kota Semarang Nana Storada mengatakan, selama ini, di lanskap dunia startup Tanah Air, nama Semarang jarang muncul sebagai kota acuan. Kalah saing dibandingkan Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali.

“Kini, saatnya Semarang harus keluar sebagai pencetak startup di Indonesia, Pemkot Semarang mendukung percepatan pertumbuhan di Indonesia,” kata Nana saat memberikan sambutan di acara roadshow The NextDev 2016 di Auditorium Imam Bardjo Universitas Diponogoro Semarang, Kamis, (2/6/2016).

IMG_3984

Nana melanjutkan, saat ini Pemkot Semarang segera membuka Pusat Informasi Publik, sebuah coworking space yang berlokasi di Balai Kota Semarang. Gedung yang beroperasi Senin-Sabtu pukuk 07.00 hingga 19.00 ini merupakan kerjasama Pemkot dengan operator seluler Telkomsel.

“Semua fasilitas itu gratis bagi startup. Di sana, kami sediakan laboratorium komputer, internet, dan tempat rapat,”

Selain itu, Nana bilang, Pemkot Semarang tengah bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia Tbk menciptakan Ruang Komunitas Digital di bekas kantor Telkom di Mpu Tantular, Kota Lama, Semarang. Bangunan dua lantai itu akan dioptimalkan sebagai wadah para komunitas digital, tidak hanya startup teknologi, melainkan juga komunitas digital fotografi, video, dan lainnya.

“Bedanya, mereka harus menjadi member dari Semarang Startup Community. Ada keanggotaannya. Jika sesuai rencana, sebelum akhir tahun gedung itu sudah beroperasi,” papar Nana.

Digitalisasi sebenarnya telah dilakukan Pemkot Semarang dengan memberikan akses wifi gratis di 20 area publik. Tahun 2017, kota yang dipimpin oleh Walikota Hendrar Prihadi ini akan menciptakan urban learning center di seluruh kecamatan di Semarang yang jumlahnya 16 kecamatan.

“Di sana ada lab komputer, sehingga bisa dimanfaatkan oleh pelaku UKM dan masyarakat awam,” terangnya.

Di sisi lain, General Manager External Communications PT Telkomsel Tbk Denny Abidin menyatakan, mulai banyak kota yang sudah berani mendeklarasikan dirinya sebagai smart city. Hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk mencetak 1.000 technopreneur hingga 2020.

IMG_3990

The NextDev, sambung Danny, bukan sekadar kompetisi aplikasi. Namun, pihaknya hadir sebagai jembatan penghubung antara developer (pembuat aplikasi) dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan kota.

“The NextDev mulai berkembang dari 10 kota menjadi 20 kota. Kami akan masuk ke kota-kota atau kabupaten di mana mereka punya local wisdom untuk bergerak ke arah teknologi,” terang pria yang akrab disapa Kang Abe ini.

Roadshow The NextDev kali ini berjalan di 20 kota nusantara dan kini sudah dua kota yang telah disambangi, yaitu Yogyakarta dan Semarang. Target yang diharapkan The NextDev berhasil mengumpulkan 1.000 aplikasi pada tahun 2016.

IMG_3962

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInRedditPinterestPocketDigg


Leave a Reply


Your email address will not be published. Required fields are marked *