Jangan Sampai Bingung, Ini Empat Tugas Anda sebagai CEO Startup di Hari Pertama Kerja


Published 28 Agu 2019 7:18

Perkembangan teknologi dewasa ini semakin cepat. Sehubungan dengan hal tersebut, di era industri 4.0 kini banyak bermunculan startup yang kian memudahkan kehidupan sehari-hari. Pun begitu, tak sedikit dari startup baru yang usianya tidak lama. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kinerja yang dimiliki oleh founder startup tersebut. Lantas apa yang harus dilakukan oleh para founder dari startup?

CEO dan Co-founder iGrow Andreas Senjaya yang akrab dipanggil Jay mengatakan setidaknya ada empat hal yang harus ada dalam pemikiran seorang founder startup.

“Ada empat hal yang perlu ditentukan saat sudah mantap menjadi founder startup, yakni masalah yang ingin diatasi, solusi yang ingin dibuat, konsumen yang akan diincar, dan bagaimana model bisnis yang ingin dijalankan,” ujar Jay.

Untuk memulai sebuah startup, konsep awal memang sangat dibutuhkan. Konsep ini menyangkut masalah-masalah apa yang ingin diselesaikan melalui startup yang baru dibangun. Konsep atau planning yang matang di awal juga akan menentukan kesuksesan perjalanan bisnis sebuah startup kedepannya.

Setelah menyusun konsep yang matang, maka founder harus segera menemukan jalan keluar dari permasalahan yang akan dihadapi. Di samping bisnis, startup hadir sebagai jawaban atas permasalahan-permasalahan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, solusi yang ditawarkan oleh sebuah startup bisa menjadi penentu apakah startup tersebut akan disukai masyarakat atau tidak.

Lantas jika sudah melalui dua tahapan di atas, selanjutnya seorang founder harus menentukan segmentasi pasar atau pemilihan konsumen yang diincar. Segmentasi pasar juga tidak kalah penting. Dengan menentukan segmentasi pasar yang tepat maka startup tersebut bisa menjalankan fungsinya tepat sasaran.

Terakhir, seorang founder juga diharuskan untuk mengerti tentang model bisnis seperti apa yang akan dijalankan. Memilih model bisnis yang tepat akan menjadi modal sebuah startup untuk membangun sebuah bisnis jangka panjang.

“Untuk menjalankan semua hal di atas, jangan sekali-sekali menggunakan asumsi pribadi. Selalu lakukan verifikasi dan iterasi di dunia nyata,” tutup Jay.

Selamat bekerja.