Gali Potensi Industri Pariwisata, Startup Bisa Maksimalkan Model LBP


Published 13 Sep 2019 8:17

Dunia pariwisata Tanah Air tengah menjadi fokus pemerintah. Sektor ini tengah disiapkan sebagai penyumbang devisa terbesar di luar sektor migas. Pemerintah kini sedang menyiapkan berbagai hal, seperti membentuk 10 destinasi “Bali” baru. Posisi pariwisata Tanah Air di mata global pun semakin dikenal.

Bahkan, peringat indeks daya saing pariwisata Tanah Air yang dipublikasikan World Economic Forum 2019 tengah menjadj sorotan. Dalam hal ini, Indonesia berhasil naik dua peringkat dari sebelumnya menduduki peringkat 42 pada tahun 2017.

Lebih dari itu, Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 mencatat pertumbuhan pariwisata di Tanah sangatlah siginifikan. Bahkan, melampaui pertumbuhan pariwisata dunia di angka 5,6%, pariwisata di wilayah ASEAN 7%. Pariwisata Indonesia, mampu membukukan pertumbuhan hingga 12,58%.

Di samping itu, Indonesia juga mempunyai sasaran pembangunan pariwisata untuk tahun ini. Setidaknya terdapat empat poin penting yang menjadi fokus dalam pengembangan sektor pariwisata. Keempat poin tersebut antara lain, pertama, pariwisata Indonesia ditargetkan dapat berkontribusi sebanyak 9,2% terhadap PDB Nasional dari sebelmnya 4% pada tahun 2014. Kedua, diharapkan pada tahun ini pelancong mancanegara dapat bertambah menjadi 20 juta. Ketiga, untuk wisatawan lokal diharapkan menyentuh angka 275 juta orang. Keempat, sektor pariwisata ditargetkan dapat menyumbang US$275,000,000,000 untuk devisa negara.

Untuk merealisasikan target-target tersebut tentu ada usaha yang mesti dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan startup yang kini perkembangannya cukup pesat. Startup dapat mengembangkan sektor pariwisata Indonesia dengan model Look, Book, dan Pay.

Look di sini diartikan sebagai inventaris tempat berlangsungnya informasi dan promosi pariwisata Indonesia. Sedangkan Book lebih mengarah kepada pemesanan akomodasi, transportasi dan paket wisata. Terakhir ialah Pay di mana wisatawan diharuskan membayar sejumlah uang untuk menjembatani pemesanan dan pembelian.

Dari sini, Anda sebagai pegiat startup tentu telah berpikir peluang apa yang bisa digali dan dimaksimalkan. Anda punya ide cemerlang di sektor ini? Kenapa tidak Anda validasi ide tersebut di The NextDev 2019.