Kenali Tipe-Tipe Financing ini Sebelum Membangun Startup


Published 02 Sep 2019 4:29

Dewasa ini bisnis startup digital sedang digandrungi oleh orang-orang yang ingin terjun ke dunia bisnis. Startup digital merupakan bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai produknya.

Seorang pebisnis yang mulai membangun startup memiliki cirinya masing-masing dalam hal pendanaan atau financing. Ada yang menggunakan dana pribadi dan tak sedikit yang melakukan pinjaman modal kepada kreditur demi kelangsungan usahanya.

Sebelum menentukan menggunakan produk-produk financing, tidak ada salahnya untuk mengenal tipe-tipe financing lebih dulu.

Berikut tiga tipe financing yang perlu Anda ketahui.

Equity Financing

Equity Financing merupakan jenis pembiayaan yang dilakukan oleh investor atau pihak swasta terhadap suatu usaha. Dalam pendanaan ini, kedua pihak yakni investor dan pebisnis startup akan menyepakati pendanaan untuk periode tertentu.

Selain itu, investor juga akan bertindak sebagai pemegang saham dari startup. Dana yang dikucurkan investor berguna untuk memutar roda bisnis sebuah startup. Pada akhirnya investor juga akan mendapatkan bagi hasil dari keuntungan perusahaan startup.

Debt Financing

Jenis pembiayaan ini mengandalkan pinjaman atau kredit dari bank atau kreditur dengan suku bunga tertentu. Untuk mengajukan pinjaman, pebisnis startup diharuskan untuk membuat proposal bisnis yang berisi laporan usahanya dan kebutuhan pendanaan yang diperlukan.

Setelah itu, pihak kreditur akan melihat kondisi usaha berdasarkan laporan keunagan usaha tersebut pada periode tertentu. Kreditur juga akan menetapkan suku bunga dan tanggal jatuh tempo pengembalian pinjaman.

Mezzanine Financing / Convertible Debt

Mezzanine financing adalah hybrid yang memberikan hak atas uang yang dikonversi menjadi equity atau interest. Biasanya tipe pembiayaan ini merupakan kombinasi dari debt dan equity financing.

Jika pebisnis startup tidak mampu membayar maka sistem pembiayaan secara otomatis akan menjadi equity financing. Di sisi lain jika pebisnis startup mampu membayar, pembagian seperti yang dijelaskan dalam tipe equity financing jika tidak dilakukan bukanlah masalah. Dalam hal ini, pebisnis startup hanya akan membayar interest.