Lima Tips Keuangan untuk Para Pemilik Startup


Published 31 Okt 2019 8:01

Startup tak akan bisa terlepas dari sistem keuangan sebagai energi utama yang bisa membuatnya hidup. Salah satu elemen yang sulit dilepaskan adalah pendanaan. Semakin Anda membutuhkan pendanaan, maka dibutuhkan pertanggungjawaban yang lebih besar, khususnya kesehatan finansial perusahaan. Piesync.com pun memberikan beberapa tips terkait finansial startup agar startup bisa terus berkembang.

Bukukan pengeluaran dari awal
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan pembukuan terhadap dana yang keluar. Pembukuan sedari awal ini juga berguna untuk mencegah pengeluaran tak terduga yang terlalu besar. Hal ini juga berguna untuk memprioritaskan hal-hal yang bisa dibuang ketika perusahaan mengalami kesulitan dana.


Prioritaskan membuat dana cadangan
Dalam berbisnis menyiapkan kemungkinan terburuk terhadap kelangsungan bisnis dan kehidupan personal adalah hal penting. Salah satu prioritas finansial utama adalah harus adanya dana cadangan. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan untuk menjaga arus kas yang ada. Mengalokasikan dana Anda untuk rekening tabungan juga salah satu ide baik yang harus diterapkan.


Kembangkan strukturisasi pada bisnis
Ketika Anda telah dihadapkan dengan asuransi, beban keuangan, kepemilikan, dan perpajakan, Anda pun semakin membutuhkan struktur bisnis yang lebih baik. Ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih.
Yang paling sederhana dan paling murah untuk didirikan adalah kepemilikan perseorangan. Anda hanya perlu mendaftarkan nama bisnis, atau hanya melakukan bisnis itu sendiri. Kekurangannya adalah Anda dan bisnis Anda adalah satu kesatuan. Tuntutan hukum, tindakan pajak, atau tindakan merugikan lainnya dapat memengaruhi keuangan pribadi Anda.
Opsi kedua adalah menggabungkan bisnis Anda menjadi badan usaha. Ini adalah proses yang lebih rumit, dan melibatkan mengeluarkan sedikit uang. Namun, itu dapat berharga karena menciptakan bisnis Anda sebagai entitas yang terpisah dan membatasi tanggung jawab Anda jika Anda dihadapkan sebuah masalah.

Yang paling sederhana dan paling murah untuk didirikan adalah kepemilikan perseorangan. Anda hanya perlu mendaftarkan nama bisnis, atau hanya melakukan bisnis itu sendiri. Kekurangannya adalah Anda dan bisnis Anda adalah satu kesatuan. Tuntutan hukum, tindakan pajak, atau tindakan merugikan lainnya dapat memengaruhi keuangan pribadi Anda.
Opsi kedua adalah menggabungkan bisnis Anda menjadi badan usaha. Ini adalah proses yang lebih rumit, dan melibatkan mengeluarkan sedikit uang. Namun, itu dapat berharga karena menciptakan bisnis Anda sebagai entitas yang terpisah dan membatasi tanggung jawab Anda jika Anda dihadapkan sebuah masalah.

Pilih software untuk mengatur finansial Anda
Poin ini sangat berguna bagi startup. Pasalnya kebanyakan startup akan kesulitan untuk memperkerjakan seorang professional di bidang finansial dan akunting, karena akan jauh lebih mahal.
Maka dari itu, memilih aplikasi atau software yang bisa membantu Anda dalam mengatur finansial bisnis Anda adalah hal yang bisa dipertimbangkan. Apalagi, hari ini penyedia jasa manajemen keuangan semakin terjangkau.

Jaga pencatatan faktur
Dalam membangun sebuah perusahaan, penting bagi perusahaan untuk menjaga faktur tetap berada di sisi yang positif. Pasalnya jika faktur sudah berada di posisi yang tidak enak maka Anda harus siap berurusan dengan keterlambatan pembayaran dan non-pembayaran. Dengan menjaga pencatatan faktur ini, investor juga akan mempertimbangkan perusahaan Anda.