Tugas Berat Seorang CEO: Memberhentikan Karyawan


Published 12 Okt 2019 5:51

Menjadi Chief Executive Officer (CEO) dalam sebuah perusahaan startup selalu dihadapkan dengan masalah yang beragam tiap harinya, termasuk memberhentikan karyawan. Mungkin sebagian orang akan menanggap pemecatan karyawan sebagai hal yang akan membuat orang lain menderita. Namun pada kenyataannya hal ini justru menjadi salah satu langkah yang diambil demi memajukan perusahaan, juga karyawan tersebut.


Pemimpin perusahaan yang lama dalam mengambil keputusan terkait pemberhentian kerja karena merasa tidak enak, sebaiknya berpikir dua kali sebelum perusahaan mengalami kerugian. Di sisi lain, ada pula pemimpin perusahaan yang mengambil keputusan tersebut dengan tegas tanpa rasa tidak enak, hal tersebut biasanya dilakukan demi kemajuan perusahaan.

Untuk menyiasati dua sifat yang bertolak belakang ini, inc.com telah merangkum dua poin yang dapat dilakukan pemimpin perusahaan dalam memecat seseorang.


Pertama, lakukan yang terbaik untuk perusahaan
Pemikiran ini harus ditanamkan di diri seorang CEO. Pasalnya, CEO mempunyai tugas untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Maka dengan demikian, jika pemecatan merupakan jalan terbaik yang dapat dilakukan maka lakukanlah sebelum perusahaan gulung tikar.

Kedua, menjadi manusia yang empati
Tentu, menjadi tegas saja tidak cukup. Apalagi yang Anda hadapi adalah manusia yang memiliki hak untuk diperlakukan layak. Dalam poin ini, pemimpin perusahaan diwajibkan menyampaikan berita ini dengan rasa empati. Selain itu, berilah pengertian sebanyak mungkin dan posisikan diri Anda sama dengan karyawan Anda. Dengan memberikan penjelasan yang baik sekaligus menunjukkan rasa peduli terhadap apa yang karyawan tersebut rasakan akan melahirkan pengertian dari karyawan tersebut.

Memecat orang memang menjadi salah satu bagian terburuk dari tugas seorang CEO. Tetapi itu bisa dilakukan dengan baik, untuk alasan yang tepat dan dengan cara yang benar.