Bangun tim PR, Dalami Tujuh Tren PR di Asia Pasifik Berikut


Published 06 Feb 2020 4:27

Meski startup Anda belum besar, tidak ada salahnya untuk membuat tim hubungan masyarakat (humas)
atau public relation (PR) dan sejenisnya. Apalagi, startup Anda sarat akan nilai sosial. Banyak potensi
yang bisa digali oleh tim humas. Sebaliknya, tim humas juga bisa menjaga apabila ada krisis komunikasi
antara perusahaan dengan stakeholder lain di luar sana. Untuk membekali tim humas Anda, Deretan
insight dibagikan para praktisi profesional di sektor humas dan komunikasi dalam gelaran PR Newswire’s
Communications Forum 2019 beberapa waktu lalu.
Mengutip dari Marketeers, ada beberapa tren PR dan komunikasi tahun ini. Berikut tujuh tren tersebut:

  1. Earned Media Kian Relevan
    Lalu lintas di dalam dunia online banyak menyisakan trafik palsu. Akibatnya, paid media pun mengalami
    perlambatan pada tahun 2019. Pada tahun ini, alokasi pengeluaran untuk earned media hanya mencapai
    0,5% dari total belanja humas, dibandingkan dengan 95% alokasi untuk paid media dan 4,5% untuk
    owned media.
    Meski begitu, Presiden PR Newswire Asia Pasifik Yujie Chen menanggapi, hal ini membuat earned media
    akan tampil kembali sebagai kanal komunikasi yang lebih baik meski telah lama diabaikan.
  2. Internet adalah Ruang Visual
    Internet memiliki karakteristik sebagai ruang visual. Hal ini mencakup gambar, video, dan
    rekaman wawancara. Alyssa McDonald, Redaktur Pelaksana Asia Digital Bloomberg
    berpendapat, perusahaan perlu ditempatkan di dalam narasi yang lebih luas. Lakukan pendekatan
    kepada media dengan mengangkat topik-topik yang tengah hangat dibicarakan.
    Anda dapat menempatkan diri dalam narasi persoalan yang tengah hangat dibicarakan di
    kawasan yang berkaitan. Misalnya di kawasan Asia Pasifik, media kerap membicarakan
    mengenai topik perdagangan Amerika Serikat (AS)-China, tingkat kesejahteraan dan aspirasi
    global China, perubahan iklim, perekonomian global, resesi AS, teknologi-teknologi baru,
    pemilu AS, hingga Olimpiade. Anda pun harus mampu memahami hal ini.
    Di sisi lain, Rong Shang, Communications & Public Affairs Vice President Microsoft
    mengatakan, 82% konten yang dikonsumsi pada era digital merupakan video. Tren ini dapat
    berubah, meski kita belum diketahui konten apa yang paling digemari pada dekade 2020-an.
    Tapi, kita sadar apa pun bentuk kontennya, narasi dan cara bercerita (storytelling) tetap relevan.
  3. Kunci membangun merek premium terletak pada tingkat kesadaran konsumen
    Ketika meluncurkan Asia-Pasific Communications Report (APAC Comms Report), Head of
    Audience Development PR Newswire Lynn Liu memaparkan, 59% perusahaan memprioritaskan
    pencitraan merek (branding) ketimbang konversinya ke penjualan.
    Ia meyakini, konversi tidak terjadi begitu saja. Sumbernya adalah merek Anda. Sebab itu, Anda
    perlu membangun merek premium dengan nilai tambah yang lebih besar, bukan hanya dalam
    aspek produk, melainkan juga pencitraan merek.

Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku konsumen merupakan
proses yang lama. Namun, pengaruhnya terhadap penjualan dan pertumbuhan jangka panjang tak
dapat diabaikan.

  1. Perangi hoax
    Tatanan media saat ini nampak simpang siur. Pemberitaan hoax kian menjamur. Pandangan
    tersebut disampaikan oleh Arun Sudhaman, CEO & Pemimpin Redaksi Holmes Report. Di sini,
    para praktisi humas dituntut untuk bersikap lebih proaktif dan menjadi pihak yang berperan
    positif.
    Salah satu cara adalah dengan menyajikan kreativitas nyata kepada media dan audiens. Industri
    humas wajib menolak godaan untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana
    penyebarluasan hoax atau kabar palsu. Mereka perlu memeranginya dengan menyediakan konten
    unik, autentik, dan bernilai tambah.
  2. Menjangkau publisitas internasional
    Mendapat atensi publik di ranah internasional masih jadi tantangan. Hal ini dirasakan langsung
    oleh Leah Wang, Head of International Affairs Trip.com. Ia mengakui kesulitan untuk
    menjangkau publisitas internasional.
    “Kami memilih menjangkau mitra lokal untuk menjangkau publisitas internasional. Trip.com
    memperoleh publisitas secara organik melalui konten khusus yang dilokalisasi,” tutur Leah
    Wang.
    Dengan cara tersebut, merek Trip.com pun kian dikenal media-media digital, konvensional, dan
    industri. Berbagai kanal ini ikut memperluas dan mengembangkan audiens Trip.com.
  3. Raih Kepercayaan dengan Memengaruhi Rekan Kerja
    ZTE Corporation mengklaim telah berhasil memeroleh kepercayaan di pasar internasional
    dengan memengaruhi rekan kerja perusahaan. Dai Shu, VP & GM of Branding, ZTE Corporation
    mengatakan, di banyak pasar internasional, media lokal dianggap sebagai rekan kerja. Itu
    sebabnya, earned media berperan penting bagi kalangan perusahaan yang ingin berkiprah di
    arena global.
  4. Hubungan terbuka dengan audiens adalah kunci
    Masih dalam upaya menyentuh ranah global. Di sini, keterbukaan dengan audiens menjadi kunci
    penting untuk membangun kiprah di ranah global. Menurut Lyndon Cao, Senior Director of
    Marketing OnePlus, ada dua poin penting yang harus diperhatikan dalam membangun merek.
    Pertama, bertindaklah dengan integritas dan kejujuran ketika menyampaikan brand promise.
    Benahi hal-hal dasar sebelum berkiprah ke ranah global. Kedua, jalinlah hubungan terbuka
    dengan para pengguna untuk menciptakan produk-produk baru yang lebih baik.

Selamat mengarungi dunia perhumasan!