Indonesia Negara Digital


Published 06 Feb 2020 5:12

Menkominfo: Indonesia Siap Menjadi Negara Digital Tahun 2035

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate optimistis Indonesia bakal menjadi negara digital pada tahun 2035. Hal ini berkat pembangunan infrastruktur telekomunikasi besar-besaran yang telah dilakukan. Menurutnya, banyak provinsi, kabupaten, dan kota yang sebelumnya terbelakang kini telah mendapat manfaat dari berfungsinya ponsel dan akses pitalebar.

Menurutnya, pada tahun 2024, daerah-daerah terpencil di seluruh jajaran kepulauan akan mendapat manfaat dari internet kecepatan tinggi 10 megabit per detik. ‚ÄúPembangunan infrastruktur komunikasi dan informasi besar-besaran inilah yang akan menjadikan negara kami siap menjadi negara digital pada tahun 2035,” kata Menteri Kominfo seperti yang dikutip dari laman Kominfo.

Di sisi lain, pengalaman Indonesia menggelar transformasi digital relatif lebih menantang dibanding negara lain. Pasalnya, negeri ini dihadapkan oleh tantangan berat berupa bentang alam kepulauan dan kependudukan Indonesia. Dalam konteks geografis yang menantang itu, Presiden Joko Widodo menegaskan untuk membangun dengan cara Indonesia-sentris. Artinya, tidak ada lagi daerah atau pelosok yang dianaktirikan. 

Presiden telah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai pusat dari agendanya. Tidak hanya membangun pelabuhan, jalan tol, atau bandara baru, Indonesia juga membangun jaringan serat optik, satelit multifungsi, dan base transceiver station (BTS) di seluruh wilayah negeri.

Proyeksi menjadi negara digital ini juga atas pertimbangan bahwa selama ini Indonesia telah menjadi salah satu negara besar dalam hal internet, terutama partisipasi di media sosial. Menurut Johnny, dengan partisipasi aktif netizen dalam tataran global, Indonesia memiliki banyak best practice dan success story pengelolaan internet, baik untuk kepentingan produktivitas seperti e-commerce, maupun untuk kepentingan leisure seperti penggunaan media sosial yang sangat marak.

Semua pencapaian ini bukan hanya karena jumlah penduduk Indonesia yang banyak. Tetapi juga berkat strategi dan kebijakan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi berikut ekosistem dan industrinya. Semua pencapaian itu diraih dalam konteks pengembangan infrastruktur jaringan yang banyak menemui hambatan, terutama demografis, geografis, dan finansial. Semua pencapaian itu juga tak luput dari banyak permasalahan yang menjadi dampak dari derasnya arus informasi dan transformasi akibat internet dan digitalisasi.

Laporan dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8% penduduk sudah terhubung ke internet pada tahun 2018.

Dengan pengguna dan pasar sebesar itu, Indonesia menorehkan catatan rekor perkembangan ekonomi digital. Portal berita bisnis forbes.com bahkan menyebut bahwa Indonesia merupakan macan ekonomi digital di Asia Tenggara berkat ukuran ekonomi digitalnya.

Untuk mendukung misi menjadi negara digital, Kementerian Kominfo akan meneruskan penyelenggaraan program-program keterampilan dan literasi digital. Hal ini dilakukan demi memastikan penciptaan ekosistem ekonomi digital yang kompetitif dalam skala nasional dan global.

Program-program tersebut antara lain adalah program Keterampilan Digital Dasar melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, dilanjutkan dengan program Keterampilan Digital Menengah melalui Digital Talent Scholarship, dan program Keterampilan Digital Lanjutan melalui Digital Leadership Academy. Semua program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan ekosistem, yaitu perusahaan teknologi dan telekomunikasi, sekolah, lembaga pemerintah, hingga komunitas lokal.