SDM Hadapi Era Industry 4


Published 06 Feb 2020 5:12

Hadapi Era Industry 4.0, Indonesia Darurat Tenaga Ahli

Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan revolusi industri 4.0 di dalam negeri. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah hal tak terelakkan. Mengutip dari halaman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), era ini memengaruhi dunia dengan sangat cepat dan membawa ke era age of disruption.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pun memiliki lima program prioritas, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM), kelanjutan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi. Adopsi teknologi digital pun diperlukan dalam mengakselerasi pencapaian kelima program tersebut.

Presiden menegaskan Big Data, Artificial Intelligence, dan segala teknologi 4.0 telah meruntuhkan semua definisi, ukuran bahkan teori yang selama ini menjadi rujukan. “Age of disruption ini memberikan peluang yang sangat besar, dan di saat bersamaan juga memunculkan tantangan yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya,” papar Presiden dalam sambutannya di ASEAN-Republic of Korea CEO Summit di Busan beberapa waktu lalu. 

salah satu faktor yang menjadi kunci untuk mendorong keunggulan kompetitif di era baru ini adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Di sisi lain, SDM di dalam negeri untuk mendukung ekosistem ini masih sangat kurang. Laporan World Bank tahun 2016 menunjukkan saat ini Indonesia mengalami kekurangan tenaga kerja bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebesar 9 juta orang sepanjang tahun 2015-2030. 

Artinya, ada pekerjaan rumah bagi kita untuk menghasilkan rata-rata 600.000 orang talenta digital dalam satu tahun. Indonesia masih membutuhkan kompetensi peningkatan keahlian (skill) yang dapat diwujudkan dalam industri aplikasi lokal.

Soal infrastruktur, Indonesia sudah semakin siap. Saat ini, persoalan mengkoneksikan seluruh ekosistem yang tengah menjadi perhatian. Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan berbagai teknologi. Teknologi digital yang dimaksud seperti cloud computing, Internet-of-Things (IoT), artificial intelligence, dan big data analytics. Bukan sekadar canggih, adopsi teknologi juga perlu merakyat. Sehingga, masyarakat dapat ikut serta dalam program pemerintah dan menjadi SDM unggulan.